Blog Universitas Pertamina

MENGENAL LOGISTIK HALAL (Bagian 10)

Value Chain atau Rantai Nilai adalah pendekatan sistematik untuk mengembangkan keunggulan kompetitif sebuah perusahaan

HALAL VALUE CHAIN (RANTAI NILAI HALAL)

Dengan mengadopsi konsep value chain, Halal value chain atau Rantai Nilai Halal dapat dijelaskan sebagai strategi utama yang meliputi beberapa sektor industri halal. Contohnya industri makanan dan pertanian halal, fesyen Muslim, farmasi dan kosmetik, pariwisata, serta media dan rekreasi. Perkembangan industri ini memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional (Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024)

Perusahaan yang menerapkan konsep rantai nilai halal dalam sistem industrinya akan memberikan lebih banyak keunggulan antara lain;

  1. Memastikan bahwa proses manufaktur dan service yang diberikan memiliki standar kebersihan dan kesucian yang tinggi.
  2. Memiliki sistem traceability (ketelurusan) terhadap produknya melalui proses monitoring dan control yang ketat
  3. Konsisten menjalanakn GMP dna HACCP yang menjamin bahwa produk yang dihasilkan halal, toyyib, dan aman dikonsumsi serta menyehatkan.
  4. Penerimaan yang luas terhadap standar halal dunia serta standar kesehatan dan kebersihan yang diakui secara global
  5. Jaminan keamanan dan kualitas produk melalui prosedur dan control yang baik

Perusahaan yang menerapkan rantai nilai halal akan mengintegrasikan proses input, produksi, distribusi, pemasaran, dan konsumsi hasil akhir produk. Rantai nilai akan terbantuk sejalan dengan terintegrasinya semua stakeholder yang berperan disepanjanga rantai pasok suatu produk sehingga menghasilkjan nilai disepanjang rantai tersebut.

Jika melihat masterplan pengembangan ekonomi syariah Bappenas 2019-2024, setidaknya ada 5 strategi utama untuk penguatan rantai nilai halal di Indonesia:

  1. Membangun halal hub di berbagai daerah sesuai dengan keunggulan komparatif (comparative advantage) masing-masing daerah unggulan. 
  2. Mengembangkan standar halal yang efektif dan diterima di seluruh dunia.
  3. Kampanye gaya hidup halal. 
  4. Program insentif bagi pemain lokal dan global untuk berinvestasi dalam mendukung perkembangan industri rantai nilai halal (mulai dari bahan baku, produksi, distribusi dan promosi). 
  5. Membangun pusat halal internasional untuk memperkuat kerja sama antarnegara.
Share :
Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.