+62 812-1149-9919 info@universitaspertamina.ac.id

PERSEDIAAN DIATARA KEBUTUHAN DAN BEBAN PERUSAHAAN

PERSEDIAAN DIATARA KEBUTUHAN DAN BEBAN PERUSAHAAN

“Inventory is money sitting in another form” (Rhonda Adams)

Setiap perusahaan/Organisasi umumnya memiliki barang-barang yang disimpan dalam bentuk persediaan (inventory atau stock). Persediaan secara sederhana diartikan sebagai semua bentuk barang/produk yang disimpan untuk digunakan di masa yang akan datang.

Gambar 1. Jenis Persediaan

Apa saja bentuk persediaan yang disimpan di perusahaan/organisasi?

Secara umum persediaan dapat dibagi atas;

  • Raw Materials (bahan baku)

Persediaan ini disimpan untuk memastikan kegiatan produksi dapat berjalan dengan lancar sesuai target produksi atau kebutuhan perusahaan, contoh sederhana diperusahaan yang memproduksi Rotim maka persediaan bahan bakunya adalah Tepung, Telur, Gula dll

  • Work in process (Barang Setengah jadi)

Barang setengah jadi adalah bahan baku yang telah melewati beberapa proses perubahan dalam proses produksinya tetapi belum menjadi barang jadi (Finished good). Barang setengah jadi nantinya harus melalui proses selanjutnya untuk agar bernilai ekonomis lebih tinggi, misalnya Kain yang nantinya akan diproses menjadi baju.

  • Finished goods (Produk jadi)

Produk jadi atau bisa disebut sebagai consumer goods, yaitu produk hasil produksi yang siap dijual atau dikirim ke konsumen akhir untuk digunakan. Produk jadi disimpan untuk mengantisipasi fluktuasi demand (permintaan) dari konsumen di masa depan.

  • Barang MRO (Maintenance, repair, and Operations)

Untuk tipikal perusahaan manufaktur atau yang memproduksi barang, jenis persediaan yang juga biasanya disimpan adalah barang MRO. Persediaan ini difungsikan untuk menjamin kelancaran kegiatan Perawatan (maintenance), perbaikan (repair), dan Operasional (operation) agar semua mesin  produksi yang dimiliki dapat berjalan dengan baik.

Mengapa perusahaan perlu menyimpan persediaan tersebut?

Secara umum alasan suatu perusahaan menyimpan persediaan antara lain:

  1. Antisipasi terhadap perubahan permintaan atau ketidakpastian permintaan di masa depan
  2. Diskon untuk pembelian dalam jumlah besar (Bulk)
  3. Karena perbedaan lokasi antara produsen dan konsumen akhir
  4. Untuk mengantisipasi adanya internal instruption (mesin rusak/overhaul)
  5. Dll
Gambar 2. Persoalan Dalam Persediaan di Perusahaan

Apakah perlu menyimpan persediaan sebanyak-banyaknya? atau tidak perlu ada persediaan?

Secara konsep, pertanyaan di atas dapat dibagi menjadi 2 kondisi;

  • Persediaan Besar/banyak: maka Perusahaan akan Responsif terhadap perubahan permintaan konsumen, tetapi memiliki POTENSI terhadap peningkatan BIAYA (Cost)
  • Persediaan Sedikit: Maka Perusahaan dapat menghemat Biaya tetapi Berpotensi TIDAK Responsif terhadap perubahan permintaan Konsumen.

itulah sebabnya salah satu salah satu quote dalam pengelolaan persediaan adalah:

INVENTORY IS “NECESSARY EVIL”

Ketika Perusahaan tidak mampu mengelola persediaanya dengan baik, maka dia akan menjadi beban (Evil) dan merugikan bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Semoga Bermanfaat

{ISO}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *