+62 812-1149-9919 info@universitaspertamina.ac.id

MENGENAL LOGISTIK HALAL (Bagian-7)

MENGENAL LOGISTIK HALAL (Bagian-7)

LOGISTIK HALAL Menjaga Status “HALAL” suatu Produk Tidak berubah” (ISO-2022)

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, pada tulisan ini, akan dibahas satu per satu halal logistics area yaitu Pusat logistik halal, rute logistik halal, transportasi logistik halal, dan manajemen logistik halal.

TRANSPORTASI LOGISTIK HALAL (HALAL LOGISTICS TRANSPORT)

Berbicara tentang Halal Transport, menjadi salah satu titik kritis yang harus diperhatikan dalam menjamin status kehalalan suatu produk tetap terjaga. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya, bahwa selain di warehouse (Gudang), kontaminasi dapat terjadi pada proses distribusi menggunakan armada baik mobil/kapal/peswat ataupun moda transportasi lainnya. Hal ini menjadi penting untuk dijaga jika menggunakan third party (pihak ketiga) dalam proses pendistribusian dari pabrik/Gudangke konsumen.

AKTIVITAS PENGIRIMAN (SHIPPING)

Secara Umum kegiatan pengiriman barang dapat dilihat pada Ilustrasi berikut;

Proses Transportasi Barang

Dalam proses transportasi barang dari pabrik/Gudang, perlu diperhatikan hal-hal berikut untuk memberikan jaminan terjadap halal tersebut;

Sources: Mohd Farid awang, Amin Abdullah, Norhaizum syahril, Halal Logistics

Secara umum fungsi transportasi produk halal untuk mencegah terjadinya kontaminasi dari produk non-halal. Untuk memastikan jaminan halal tersebut, poin pentingnya adalah penggunaan dedicated transportation untuk produk halal.

Bagaimana jika tidak menemukan transportasi yang memang khusus menangani produk halal?

Atau bagaimana transporter juga mengirim produk non-halal?

Maka dalam kasus di atas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dijamin oleh provider transportasi;

  1. Kendaraan yang digunakan WAJIB di lakukan Pensucian (Samak) sebelum digunakan
  2. Memastikan bahwa adanya tertiary packaging atau pemisahan compartment yang diyakini tidak akan menyebabkan terjadinya kontaminasi (bebas dari kebocoran, tidak mudah rusak/lapuk karena lembab, tidak menyerap bau/cairan)
  3. Operator/driver juga dalam kondisi bersih dari najis (baju/sarung tangan dll)

PROSES PENSUCIAN (SAMAK )

Proses samak secara sederhana diartikan dengan penyucian benda yang terkena najis dengan mengikuti aturan dan syarat sesuai kaidah Syariah islam.

Source: HARLINA SUZANA JAAFAR (Ph.D) & AZLINA MUHAMMAD MALAYSIA INSTITUTE OF TRANSPORT (MITRANS) SEA and Halal: Twin Opportunities Memorial 1815 in Waterloo Brussels, Belgium 24 March 2017

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Halal Logistics Transportation menjadi salah satu critical point untuk menjamin status kehalalan suatu produk tetap terjaga.   

Semoga Bermanfaat

{ISO}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *